9 months ago
9 months ago
10 months ago
10 months ago
11 months ago
Proud
Buat saya, penghargaan terbaik dalam setiap prestatsi yang diraih adalah sebuah pengakuan dari orang tua, dengan mereka bilang “son, we’re proud of you’” saya rasa merupakan sebuah apresiasi tertinggi atau bahkan lebih dari prestasi itu sendiri. Karena buat saya pada dasarnya apapun yang saya raih dan lakukan adalah untuk membuat mereka bangga, jadi saya merasa pengakuan dari mereka adalah keberhasilan pencapaian akhir yang sebenarnya.
Okay, jadi ceritanya hari ini, saya dan satu angkatan Interior ITB 2008 baru saja yudisium atau dinyatakan lulus oleh fakultas dan perguruan. Prosesnya cepat, tapi cemasnya luar biasa. Dari awal memulai tugas akhir saya terlanjur mematok tinggi target yang akan dicapai, namun ditengah perjalanan berbagai hambatan dan cobaan datang seperti berusaha mencegat langkah saya, dan keyakinan saya untuk mencapai target semakin luntur. Saya sudah merenghitung berbagai kemungkinan yang akan saya dapatkan jika saya nekat untuk melanjutkan tugas akhir ini, tidak hanya dari segi nilai yang kurang memuaskan namun kesehatan dan kepuasan dalam mengerjakan tugas akhir pun ikut terancam.
Sampai akhirnya siang ini pun tiba, dengan suasana cahaya sore yang kuning menembus kelas kami, Kepala Program Studi menyuruh kami untuk berdiri sejajar di depan kelas sembari beliau menyebutkan status kelulusan dan nilai yang didapat. Kaki saya lemas, jantung berdebar-debar, namun entah mengapa ada perasaan pasrah yang membuat sedikit tenang. Ketika nama dan nilai saya disebut rasanya tidak percaya, Alhamdulillah saya mendapatkan nilai A untuk tugas akhir.
Segera saya menghubungi Ibu saya dan seperti biasa, beliau bereaksi datar dengan penghujung kalimat “jangan lupa sujud syukur”.Setelah melakukan solat ashar dan sujud syukur saya mendapati satu pesan masuk ke blackberry messenger dan ternyata itu sebuah pesan dari ibu : “ibu sama ayah bangga lho nak, good job!” rasanya luar biasa lebih dari kesenangan yang saya rasakan di kelas tadi. Saya tahu, ini hal yang biasa biasa saja mungkin untuk mahasiswa lainya. Namun, buat saya, ini sebuah proses pendewasaan dimana saya menyadari, berapapun umur kita, berapa banyakpun hal yang telah kita raih, namun orang tua akan selalu menjadi tujuan akhir akan sekecil apapun usaha kita untuk membuat mereka bahagia, jika belum,setidaknya saya tahu bahwa mereka dapat berucap dengan bangga “he is our son”. :)
11 months ago
i’m back
Hello everyone on tumblr! it’s me, im back!!! yeaay *cricket silences*
yeah i know the last time i reblogged or even post something here is a year ago. I really don’t know why, for some reason, i think tumblr lost his charm (for me tumblr is a hipster boy with dslr camera hanging on his neck and pose in every corner of ‘abandoned’ street with the so called retro-ish t-shirt and a slight of beard with a hipster glasses on), but apparently i decided to come back here and having some F.U.N! yeayness :))
1 year ago
omg gw masih inget semua intonasinya…Rangga : “Saya cuma pingin baca pikiran anak-anak gaul kayak kamu, bukan teman-teman kamu.”
Cinta : “Udah bisa baca pikiran anak-anak gaul? Terus, sekarang lo udah berani vonis kita nggak punya kepribadian, nggak prinsipil? Nah, sekarang kalo elo ngerasa aneh di tempat-tempat ramai kayak gini, tu salah siapa? Sekarang gue tanya, salah gue? Terus, kalao elo sekarang nggak punya temen sama sekali kayak sekarang tu, salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue, salah gue, gue tanya? Lo cuma pingin nyakitin gue, tau nggak loe. Lo itu nggak mau minta maaf. Lo itu cuma pingin nyakitin gue, njelek-njelekin gue ama temen-temen gue. Lo gue bilang ya.. LO ITU BENER-BENER SAKIT JIWA!”submitted by : ochaoch
via asmoroklub
1 year ago













